Depdag menarik peralatan makan berformalin
Akhirnya Departemen Perdagangan (Depdag) menarik peralatan makan yang terbukti mengandung formalin menyusul temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tindakan ini untuk mengurangi keresahan masyarakat.
Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Depdag, Inayat Iman di Jakarta hari Selasa 16 Juni 2009 mengatakan “Kita tidak serta merta menarik barang tanpa melakukan uji laboratorium.”
Beberapa produk peralatan makan yang ditarik itu telah diuji laboratorium dan terbukti mengandung bahan berbahaya formalin. Peralatan makan yang ditarik itu dapat melepaskan formalin di atas ambang batas, yakni sekitar 8 ppm. Depdag belum melakukan penarikan terhadap produk-produk lain yang kandungan formalinnya di bawah ambang batas.
Selain menarik produk yang berbahaya itu, Depdag bersama instansi terkait juga melakukan penyelidikan terhadap produsen/pengusaha yang memproduksi atau menjual peralatan berformalin tersebut.
“Namun, sifatnya masih sebatas pembinaan dan belum memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha/produsen yang terbukti menjual atau memproduksi barang berbahaya itu,” kata Inayat seperti dikutip Antara.
Hanya saja mereka tidak dizinkan kembali memproduksi atau mengedarkan barang yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat tersebut.
wartakota.co.id
Menurut Inayat, dari 62 jenis sampel produk yang diuji BPOM, terdapat sekitar 30 jenis produk peralatan makan dapat melepaskan formalin, terutama saat terkena bahan-bahan panas dan asam. Ke-30 peralatan makanan itu terdiri atas tiga buah gelas, empat piring, 11 mangkuk, lima sendok, dua sendok nasi, dua sendok sayur, satu sodet, dan dua buah garpu.
Sebelumnya (Warta Kota, 5/6), peralatan makan berbahan dasar melamin masih beredar di pasaran. Pantauan Warta Kota, di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, para pedagang perabotan dapur menjual piring dan mangkuk berbahan melamin yang antara lain bermerek Mei Shing Melamine. Para pedagang membantah produk yang mereka dagangkan tidak aman untuk makanan.
Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin sebelumnya meminta masyarakat waspada menggunakan alat makan berbahan melamin. Berdasarkan pengujian BPOM, kadar formalin yang lepas dari peralatan makan bisa ikut terkonsumsi.
Penggunaan dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan ginjal dan kandung kemih, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh, kanker, hingga kematian.
Alat makan melamin yang bisa melepaskan formalin menurut BPOM antara lain gelas bertuliskan “VGS 4-05A Melamine Ware” dan “Sayota Melamine Ware”. Sendok dengan tulisan “Made in China No.2117, “Melamin Ware ADS 7007″, “8057″, “Made in China”, dan “Zak Design China 04287.” (pro)
TIPS AMAN GUNAKAN PERABOT
1. Pilih yang aman untuk makanan atau food grade, biasanya ada logo garpu
2. Melamin yang menggelembung atau mengelupas bila kena panas dapat dikatakan berkualitas rendah.
3. Waspada produk impor harga murah dan berkualitas rendah.
4. Jangan gunakan produk melamin untuk makanan panas dan berminyak.



Sangat menarik pak, tapi apakah Depdag bisa mengawasi hal itu secara ketat di lapangan?
salam kenal
arif pitoyo
Bisnis Indonesia (retail editor)
<strong>1.) Another site…</strong>
2.) [...]I don’t normally recommend other sites but I will break my trend for this[...]…
<strong>Nice Read….</strong>
[..] This morning after I read your blog post, I really appreciated the message and decided to give it a link. [..]…
<strong>Rob Rasner Says It’s An Excellent Posting Well Done?…</strong>
Take time to see these a few might represent appeal to you too,…