Di Rangkasbitung Populasi Cicak Berkurang

Cicak (wartakota.co.id)
Di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten populasi cicak selama beberapa tahun terakhir ini berkurang dikarenakan perburuan atau pembunuhan terhadap cicak. Padahal nyamuk si pembawa virus merupakan salah satu makanan bagi cicak.
Tini (45) seorang warga Pasir Bedeng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada hari Sabtu 28 November 2009 mengatakan “Saya kira munculnya kasus penyakit DBD di antaranya akibat berkurangnya populasi cicak. Sekitar tahun 1970-an populasi cicak di Rangkasbitung banyak ditemukan di rumah-rumah warga hingga jumlahnya mencapai ratusan ekor, namun sekarang cicak yang berlindung di tembok-tembok rumah warga sangat terbatas.”
Berkurangnya cicak, kata dia, tentu berdampak buruk terhadap penyebaran penyakit menular seperti DBD dan kaki gajah (Filariasis).
Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat melestarikan populasi cicak tersebut untuk mengantisipasi penyakit yang membahayakan bagi manusia.
Apalagi, saat ini musim hujan sehingga berpotensi berkembang biak jenis nyamuk aedes aegefty maupun nyamuk biasa lainnya.
“Jika kita melestarikan cicak tentu mereka akan memakan nyamuk-nyamuk sebagai pembawa virus itu,” katanya.
Ia berharap warga tidak melakukan perburuan atau pembunuhan terhadap cica-cicak.
Nana (45) warga Pasir Kongsen Rangkasbitung, mengaku di rumah miliknya bila waktu sudah malam banyak nyamuk berkeliaran akibat terbatasnya satwa cicak tersebut.
Sebetulnya, binatang cicak itu sangat bermanfaat bagi manusia terutama untuk memangsa nyamuk-nyamuk yang bisa menularkan penyakit menular.
“Sepengetahuan saya dulu tidak ada warga yang tertular penyakit DBD, karena banyak satwa cicak yang berlindung di tembok rumah-rumah itu,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat Rangkasbitung mengaku pihaknya setiap malam melakukan perburuan cicak untuk dijual ke pemilik ikan hias juga untuk obat gatal-gatal.
“Saya seringkali melakukan perburuan cicak untuk makanan ikan hias,” kata Yanto (40) warga Rangkasbitung.
Berdasarkan data penderita penyakit DBD pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak sepanjang tahun 2009 ini mencapai 362 orang dan tujuh di antaranya meninggal dunia. Sedangkan tahun 2008 lalu kasus DBD sebanyak 360 orang.
Kasus penderita DBD setiap tahun meningkat karena buruknya lingkungan masyarakat termasuk berkurangnya populasi cicak.



Terapi bekam, sedot lintah, sengat lebah, hypotermal, gurah, ear candle, dll. Tarif hanya @ Rp.50.000; an aja.
Telp 02136382223 / 02193340413
I love http://www.jimmyzakaria.com , i see a lot of interestig posts here
[url=http://tattoos4everybody.com]Free tattoo designs[/url]