Domain Gratis CO CC

Grazie Craft

 

Ikan Paus riwayatmu kini

Posted by luigi on May 28, 2009 in Berita |

Ada suatu tradisi tahunan penduduk Hvalvik, pulau Faroe, Denmark  yaitu menangkap ikan paus (whale) untuk dikonsumi dagingnya bersama sama.

Pembantaian paus baru-baru ini terjadi pada tanggal 23 Mei 2009 lalu. Tradisi ini dilakukan setiap tahun dan telah berlangsung lebih dari 1.000 tahun.

Penduduk sekitar memburu paus-paus yang malang tersebut dalam sebuah acara tradisional yang bernama Faroese. Pertama-tama mereka mengikat setiap ekor paus dengan tali agar tidak kabur lalu membawanya ke dalam teluk lalu membantainya. Lebih dari 180 paus dibantai oleh penduduk Hvalvik, pulau Faroe, Denmark.

foto.detik.com

foto.detik.com

Darah paus tersebut kemudian memerahkan laut. Daging paus tersebut tidak dijual melainkan dibagi-bagikan ke penduduk sekitar.

Tradisi yang sama juga terdapat di Indonesia tepatnya di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Dalam kurum waktu 48 tahun terakhir sejak 1959 hingga 2007, nelayan Lamalera sudah menangkap sekitar 838 ikan paus dengan cara tradisional.

Peneliti mamalia laut dari APEX Environmental Program Cetacean Laut Asia-Pasific, Dr Benjamin Kahn mengatakan bahwa pada saat musim berburu antara bulan April sampai Juni , rata-rata tiap tahun nelayan Lamalera menangkap 20 ekor paus.

anbti.org

anbti.org

“Jika perburuan yang dilakukan oleh nelayan Lamalera tersebut menjadi sebuah ancaman terhadap mamalia laut maka ikan paus tidak akan bermuncunlan lagi di wilayah perairan sekitar Lamalera yang tak jauh dari Laut Sawu yang bakal dijadikan sebagai konservasi nasional untuk melindungi mamalia laut tersebut,” katanya.

Bagaimana menurut pendapat Anda?

Share this news on Facebook Share this news on Facebook

Share this news on Twitter Share this news on Twitter

26 Comments

ncen
Jun 24, 2009 at 9:20 PM

wow, trdisi yg unik tpi sadis n spa pun yg ngliat kjdian kyk gne mgkn dah bx ngrsain pa yg d rsain paus2 itu


 
rifky
Jun 27, 2009 at 9:12 AM

sungguh kejam mereka yg telah menindas makhluk 2 yg tak berdaya dan tak tau apa 2
saya berharap agar tradisi tersebut segera dihentikan dan pemerintah kota segera melakukan perlindunggan terhadap mamalia tersebut.

\semoga harapanku ini terpenuhi ?\


 
Ansel Irak MAking
Jun 27, 2009 at 11:04 AM

Menurut saya
tradisi penagkapan paus di lamalera seharusnya dilarang, karena secarah tidak langsung memusnahkan mamalia tersebut.


 
Ansel Irak MAking
Jun 27, 2009 at 11:12 AM

Asal Saya Dari Lembata juga.
saya kuliah di Pontianak…………….
Saya Dari desa Jontona

PEMDA Lembata seharusnya turun tangan mulai sekarang, dalam rangka penangana terhadap tradisi penangkapan ikan paus di Lamalera. Apabila tradisi tersebut tidak dihalang maka secarah tidak langsung,akan memusnahkan populasi ikan paus.
Kan kasihan generasi lambata yang akan datang tidak melihat ikan paus. Biarlah tradisi itu menjadi sebuah legenda


 
robby
Jul 4, 2009 at 6:43 PM

hiks100x aq sdih bnget loh tak tga liat gtu harusnya biota laut dan flora fauna na dilestariin bkan dbantai gtu kl da yg gagalin tu tradisi w stuju bnget yg kud w nget bles ja ok!


 
rachmi
Sep 7, 2009 at 3:01 AM

sadis banget padahal paus tu sangat lucu pa lg paus hitam,jujur ku sangat mengagumi paus dari pda mahkluh air lain nya,sedikit demi sedikit paus akan musnah


 
david
Oct 25, 2009 at 6:27 PM

emangnya ikan paus enak di makan ya?? emangnya gk ada makanan selain ikan paus ya? mendingan ikan pausnya si lestarikan aj,biar gk punah.


 
eek mu
Nov 1, 2009 at 10:42 AM

gila rame rame ngambil daging paus bagi bagi pok o aku gaak pernah makan hwhehe


 
dwi
Nov 17, 2009 at 10:40 AM

wah2,,,sadis banget,,,kasian dong dengan kelangsungan hidup mamalia tesebut,,jumlahnya yang tidak banyak,,malah diburu pula,,ntr kasian anak cucu kita hanya bisa mendengar tentang cerita ikan paus,,sama halnya dengan kita, ketika mendengar cerita tentang dinosaurus,,walaupun sebab punahnya berbeda,,Nah sebelum hal tersebut benar2 menjadi kenyataan,,sebaiknya semua pihak yang masih memiliki hati nurani segera bertindak,,untuk meng hentikanya atau paling tidak,, menguranginya,,agar ikan paus tidak punah oleh keserakahan manusia,,,,:-)


 
faradila
Dec 7, 2009 at 3:18 PM

baGI masYArakat NTT khusUSX laMAlera klo Bisa kURangilaH pEmBURuan ikan PAUS kaN kaSIAn Ikan secantik I2 haRus maTI sia2


 
Ol1V
Dec 12, 2009 at 4:36 PM

kalo za jangan dimakanlah ikan paus cZ selain punah,kan kasihan ma anaknya paus……………………………………………………………………………


 
Ol1V
Dec 12, 2009 at 4:38 PM

yAng sAAAAAAAAAAAAAAAAAAbar ya anak PaUzzzzzzzzzzzzzzzzzzz,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


 
jon
Jan 22, 2010 at 8:58 PM

manusia memang mahluk yg paling superior…rakus…gila aja. apa gak ada tradisi yg lbh mendidik? merusak ekosistem…


 
abdulloh
Jan 27, 2010 at 9:58 AM

semua yang ada didunia ini adalah nikmat dari Alloh,maka bagaimana semua yang diberikan Alloh kepada kita gunakan sesuai perintah Alloh dan sunnah baginda Rosullulloh SAW,,tidak ada tradisi yang bisa menyelamatkan manusia didunia dan akhirat selain yang dibawa Rosululloh SAW


 
karolus komedan
Mar 23, 2010 at 10:03 PM

BERLEBIHAN kalau kita katakan tradisi penangkapan ikan paus yang dipraktikan oleh masyarakat lamalera di Kabupaten Lembata itu disalahkan begitu saja. Apalagi diklaim sebagai tradisi yang bias konservasi. Pertanyaan yang mesti dijawab adalah seberapa besar sih dampak yang ditimbulkan oleh tradisi penangkapan ikan paus itu jika dibandingkan dengan cara-cara modern yang saat ini dipertontonkan oleh negara-negara maju seperti Jepang dan lain sebagainya.
Memang sudah banyak studi-studi yang dilakukan oleh peneliti asing maupun Indonesia sendiri, tapi hal yang barangkali perlu dikaji secara mendalam ialah soal kearifan-kearifan lokal yang melekat pada tradisi tersebut, untuk menunjukkan kepada dunia luar, bahwa tradisi penangkapan paus seperti itu memang tergolong tidak bias konservasi dan ramah lingkungan.
Dan, kalau Pemda setempat (Pemda Lembata) punya nyali dan kepedulian terhadap tradisi tersebut, maka mestinya mereka harus mulai berpikir untuk mengembangkan REGULASI DAERAH dalam mendukung tradisi penangkapan ikan paus yang ramah lingkungan dan tidak bias konservasi.
Yaaaa, semoga saja.


 
karolus komedan
Mar 23, 2010 at 10:06 PM

TRADISI BIAS kalayevKONSERVASI???

BERLEBIHAN kalau kita katakan tradisi penangkapan ikan paus yang dipraktikan oleh masyarakat lamalera di Kabupaten Lembata itu disalahkan begitu saja. Apalagi diklaim sebagai tradisi yang bias konservasi. Pertanyaan yang mesti dijawab adalah seberapa besar sih dampak yang ditimbulkan oleh tradisi penangkapan ikan paus itu jika dibandingkan dengan cara-cara modern yang saat ini dipertontonkan oleh negara-negara maju seperti Jepang dan lain sebagainya.
Memang sudah banyak studi-studi yang dilakukan oleh peneliti asing maupun Indonesia sendiri, tapi hal yang barangkali perlu dikaji secara mendalam ialah soal kearifan-kearifan lokal yang melekat pada tradisi tersebut, untuk menunjukkan kepada dunia luar, bahwa tradisi penangkapan paus seperti itu memang tergolong tidak bias konservasi dan ramah lingkungan.
Dan, kalau Pemda setempat (Pemda Lembata) punya nyali dan kepedulian terhadap tradisi tersebut, maka mestinya mereka harus mulai berpikir untuk mengembangkan REGULASI DAERAH dalam mendukung tradisi penangkapan ikan paus yang ramah lingkungan dan tidak bias konservasi.
Yaaaa, semoga saja.


 
EDWIN
Aug 6, 2010 at 3:30 AM

dasar manusia yang gak punya keprimanusiaan… hai pemerintah dunia hangan diam aja,,,, ayo lindungi ikan paus,,, apa masi kurang ikan2 laut yang di mau dimakan,,, maunya siapa yang membaut tradisi itu anaknya jadi ikan paus……


 
ZULKIFLI
Oct 29, 2010 at 8:06 AM

Apakah kamu tidak melihat kerusakan di daratan dan di laut oleh sebab ulah tangan manusia itu sendiri. maka tunggulah kehancuranya bagi orang yang jholim. Semua makhluk ciptaan allah punya hak untuk hidup bahagia layaknya manusia. maka apabila kita merusak sesama makhluk pasti hukum karma akan menimpa kita. hati – hati sobat hidupmu hanya sementara.


 
BLUE ZAOLD
Nov 11, 2010 at 6:16 PM

aku lebih suka kalau yg dibantai itu bukan paus atau hewan apapun…melainkan manusia…


 
vega
Dec 7, 2010 at 9:24 AM

gilaloya semua


 
vega
Dec 7, 2010 at 9:29 AM

MEREKA TIDAK MENYADARI BETAPAKAYANYA LAUT KALIAN CUMAN MENGHAMBUR-HAMBURKAN KEKAYAAN LAUT


 
apa ajalah
Dec 14, 2010 at 7:37 PM

mending di pelihara di DUNIA LAUT
hehehhehe


 
egaganteng
Dec 30, 2010 at 10:32 AM

mending pelihara aja ikanyang ada di lautheheheheheheheh…………………..


 
nuarta
Jan 24, 2011 at 8:48 PM

sadis banget,,,,ikan paus kan jga prlu perlindungan


 
pujo
Feb 20, 2011 at 4:23 PM

dibuat penampungan bayi paus


 
geng potter
Feb 23, 2011 at 10:15 AM

kenapa si paus di buru, walaupun itu tradisi mereka seharusnyA MREKA SADAR SETIAP MAHLUK PASTI PNGEN HIDUP DAN SAMA SEPERTI KITA PNGEN HIDUP JGAK…. kalu tradisinya berburu buah buahan si gak papa kan bisa makn buah buahan trus heheheheh….


 

Reply

 

Copyright © 2012 - Blog Jimmy - is proudly powered by WordPress. Theme by Laptop Geek. Proudly hosted by mddhosting. W3C XHTML Validator