Pakaian tentara Malaysia menggunakan produk Indonesia
Minggu ini, Parlemen Indonesia yang berkunjung ke Kompleks Pusat Pemerintahan Ibukota Malaysia, Putrajaya, pinggiran Kuala Lumpur mendapat penegasan dari Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi bahwa Malaysia tidak akan berperang dengan Republik Indonesia.
Anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie, mengutip pernyataan langsung Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia mengapa Malaysia tidak akan berperang dengan Indonesia, “Pakaian tentara Diraja Malaysia saja menggunakan produk Sritex Indonesia, bagaimana kita perang.”
Kutipan pernyataan itu disampaikan pentolan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI melalui hubungan telepon internasional, langsung dari Kuala Lumpur.
Di dalam negeri, kasus Ambalat dimanfaatkan oleh para capres dan cawapres untuk berkomentar pedas, tidak lagi lembek seperti dulu-dulu. Ini pula yang menyebabkan Malaysia ciut nyali.
Sabtu malam kemarin, 6 Juni 2009, Effendy Choirie menambahkan, pernyataan itu lahir spontan dari Menhan Malaysia, ketika dia bersama rekannya sesama anggota Komisi I DPR RI, Ali Mochtar Ngabalin (Fraksi Gabungan Bintang Pelopor Demokrasi) dan mantan anggota Komisi I DPR RI, Ade Daud Nasution yang datang langsung menyampaikan dua hal penting kepada Pemerintah Malaysia.

wartakota.co.id
Melalui Menhan Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, Effendy Choirie dkk menyampaikan protes keras atas sikap Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang bertindak provokatif di wilayah perairan Republik Indonesia, khususnya di Blok Ambalat. “Jadi yang pertama, kami menyampaikan protes. Kami minta Malaysia tidak melakukan provokasi di perbatasan perairan Blok Ambalat dengan patroli militer yang melewati garis batas kedaulatan wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Kedua secara khususnya Effendy Choirie meminta kepada Menhan Malaysia yang juga sahabat lamanya itu untuk menjadikan jabatannya sebagai sarana mempercepat penyelesaian sengketa antara dua negara serumpun ini, khususnya soal Blok Ambalat.
“Sebagai orang penting nomor tiga di Malaysia, Menhan yang keturunan Jogya ini yang baru tiga bulan menjabat posisi tersebut, kami mengajaknya untuk mari menjalin persahabatan yang lebih erat lagi. Semua masalah diselesaikan secepatnyalah,” kata Effency Choirie yang berjuluk Gus Choi ini.
Menanggapi protes dan beberapa permintaan dua anggota DPR RI itu, Menhan Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi segera memberikan tanggapan positif. “Pertama, Malaysia memahami protes Indonesia. Tetapi, dia juga menyampaikan nota protes kepada TNI karena melakukan pelanggaran perbatasan sebanyak 13 kali,” ungkap Gus Choi mengutip Menhan Malaysia.
Kedua, Datuk Seri Ahmad juga berjanji, selama menduduki jabatannya sekarang, berusaha mempercepat proses penyelesaian sengketa RI-Malaysia tersebut. “Beliau berujar, agar ’ukhuwah wathaniyah’ Indonesia-Malaysia harus makin dieratkan dan saling menguntungkan,” kutip Gus Choi.



waaaaah, baru tahu aku
Semoga saja begitu,,
Damai itu Indah
Bangga sebagai bangsa Indonesia…yang produknya dipakai oleh negara lainnya……Semangat Indonesia
Indonesia Vs Malaysia . . .
yg menang jelas Sang Pencipta. Hehehe…:D
ada2 aj si malaysia maw perang sama Indonesia, ktnya serumpun…
tp kalo jd perang mudah2an aj ga ada korban jiwa.., Amin.
Tq ya,
.Piss.
yang saya tau berita-berita dan hal-hal perselisihan antara Malaysia dengan pihak Indonesia tuh tidak pernah di sebar luaskan ataupun diberitakan luas oleh media di Malaysia, makanya masyarakat di Malaysia itu di bungkam dengan Per dan media masa.
Hidup NKRI
Malaysia itu tidak pernah mencontoh kebesaran Indonesia yang telah memberikan kebebasan berekpresi dan berkarya bagi media masa.
Hidup NKRI
Hidup Pers Indonesia
media masa malaysia ngak seperti indonesia..hAnya pentingkan gosip dan sensasi.cerita/berita rumah tangga,pergaduhan sepele antara malay-indo,org malaysia ngak peduli itu..hal2 politik,masalah rakyat yang selalu diperhatikan.
saya juga,melihatkan kasus mano dan ambalat,ngak ambil peduli sama sekali.
buang masa!!!urusan negara,biar pemerintah aja yang selesaikan,kerna pemerintah malaysia itu berwibawa.
ngak kayak pemerintah indo,menyokong rakyat untuk membenci malaysia
Indonesia di dadaku. kunjungi blog ku juga ya di http://www.maftuhnurakhmad.wordpress.com. jgn lupa komentarnya juga. ku tunggu ya
Kita harus bangga jadi Warga negara Indonesia karena mempunyai ketrampilan mengolah pakaian…
Dan kita harus bangga karena ada negeri tetangga yang memakai hasil produk Indonesia..
Sbtulny w nih.. m ktwa nih..! tp mw gmna lgi..??? "Hua ha ha ha ha ha ha ha ha ha ……!!!!!!"
Andaikata NourDien M.Top ada di Malaysia…
Dalam aksi penyamarannya ia bekerja…, Bakalan sperti apakah kota Malaysia..???heheheheh…
Hidup Indonesia…!!!!!! MerdeKa..2x angkat senjata kiTa,,!!!!
Andaikata NourDien M.Top ada di Malaysia…
Dalam 1 hari sudah disergap.
jngn membeli produk pulsa XL,jngn membeli mobil merek PROTON,jngn naek pesawat AIR ASIA,jngn memakai oli/bensin milik PETRONAS (indonesia kan udh ada pertamina),jngn jadi nasabah bank NIAGA/LIPPO BANK (kan udh ada BRI jadi ga ush make milik dia).DAN LAEN2
di harap kan rakyat INDONESIA dan DUNIA jngn memakai produk produk murah dan tidak bermutu hasil milik MALAYSIAL ini.amien.
HIDUP INDONESIA,HANCUR MALAYSIAL DAN JADI KAN DIA PROVINSI YG KE 34 DAN 35 UNTUK INDONESIA TERCINTA.THANKS.
i love you full indonesia.
ha..ha..ha…(in memoriam mbah surip)