Pemerintah akan Razia BlackBerry Ilegal
Pemerintah akan menertibkan peredaran BlackBerry ilegal di pasar dengan membentuk tim khusus. Para pedagang dan distributor BlackBerry di pasar bersiaplah.
Pemerintah mematok ciri BlackBerry ilegal adalah yang tidak melewati proses sertifikasi di Direktorat Jenderal (Dirjen) Pos dan Telekomunikasi serta Bea Cukai. Tanda lolos sertifikasi ini biasanya ada di dalam handset.

wartakota.co.id
“Tim itu akan dibentuk segera,” ujar Subagyo, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan (Depdag). Kelak, yang akan melakukan pengawasan di lapangan adalah Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag.
“Jika ada perintah dari Dirjen, kami langsung melakukan pengawasan BlackBerry ilegal,” kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag Inayat Iman.
Depdag akan berkoordinasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk pembahasan teknis pengawasannya. “Kami akan rapat dengan Depkominfo besok (hari ini) untuk membahasnya,” ujar Inayat.
Pemerintah masih belum bisa memastikan berapa banyak BlackBerry ilegal yang beredar di pasar. Namun, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menduga, pengguna BlackBerry ilegal jauh lebih banyak daripada yang tercatat saat ini.
“Soalnya, segmen konsumen Indonesia tergolong sensitif terhadap selisih harga,” tuturnya. Harga BlackBerry resmi minimal Rp 6 juta per unit, sedangkan yang ilegal hanya sekitar Rp 2 juta per unit.
Ricky, salah satu peritel BlackBerry, mengaku tak khawatir dengan rencana penertiban itu. Dia mengklaim BlackBerry jualannya berasal dari importir resmi. “Ada sertifikat dari Bea Cukai dan garansi resmi distributor,” ujarnya. Dia memberi ciri, penjual BlackBerry selundupan akan menutup gerai jika mendengar kabar akan ada razia.
Saat ini, ada tiga operator telepon seluler yang menyalurkan BlackBerry di Indonesia, yakni PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama (XL), dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Ketiganya menjual BlackBerry secara paket alias bundling.
Jumlah pembeli resmi kini tercatat sudah 320.000 pelanggan. Terdiri atas 120.000 di Indosat dan masing-masing 100.000 pelanggan BlackBerry Telkomsel dan XL. Ini tidak termasuk BlackBerry yang diimpor oleh importir umum.



Yang harus diusut adalah importirnya. Karena merekalah Indonesia banyak BB Ilegal
Bery-bery di negara asalanya udah jadi sampah…eh org jakarta sibuk beli bery-bery bt gaya trend thn in. berarti yg pake itu pke trend **** negara asalnya.
skr udah jamannya PDA Phone, bikin user yg guna-in bisa kreatif trhdp teknologi maupun software sekarang ini. dibanding bery-bery yg notabene bikin user pasti lsg males sejak pertama kali pegang BB-nya
BB itu hanya utk class coorporate yg super sibuk, dan masyarakat jakarta lum banyak yg se-super sibuk utk menggunakan BB ini.
Jangan lah qta kembali ke masa2 simple n uncreative thinking.