Seorang Satpam Sempat Menegur Pelaku Bom Bunuh Diri
Didik Ahmad Taufik, salah seorang satpamĀ yang juga menjadi korban bom JW Marriott, mengaku sempat menegur seorang pria yang diduga kuat sebagai pembom bunuh diri.
Salah seorang satpam yang juga menjadi korban bom JW Marriott, Didik Ahmad Taufik, mengaku sempat menegur seorang pria yang diduga kuat sebagai pengebom bunuh diri.

megapolitan.kompas.com
Akibat kejadian tersebut, Didik terpaksa dirawat di kamar 359 RS Jakarta karena menderita luka bakar di bawah telinga kanan, dan excoriasi kaki, muka, dan tangan.
Saat ditemui di Rumah Sakit Jakarta, Didik yang menjabat supervisor security di Marriott menuturkan, pada Jumat 17 Juli 2009 pagi, dirinya sempat bertemu dengan seorang pria bertopi yang membawa tas dan menyeret koper.
“Saya sempat lihat, sempat ketemu. Saya tegur orang itu sekitar pukul 7.00 pagi lebih lah. Saya sapa dia, ‘pagi pak, bisa dibantu’, ” tutur Didik, ketika ditemui di RS Jakarta, Sabtu 18 Juli 2009. Menurut Didik, pria tersebut sempat menjawab, “Ya saya mau ketemu bos saya”. Didik kemudian menimpali pertanyaan, “Yang mana, siapa?”. Pertanyaan tersebut kembali dijawab oleh pelaku. “Ini, saya mau kasih pesanan”.
Berdasarkan penuturan Didik, pria itu membawa koper dan tas. Dengan ciri-ciri, warga negara Indonesia, kulit berwarna sawo matang, muka bersih tanpa jenggot, tinggi sekitar 172 cm, dan usia sekitar 25 atau 28 tahun.
“Tingginya sekitar saya lah. Saya tidak ada feeling sama sekali, tidak ada firasat karena sudah di dalam. Karena kan pelakunya sudah di dalam dan sudah melewati metal detector,” ujarnya.
Setelah bertemu dengan pelaku, lanjut Didik, dirinya langsung berbalik menuju lobi. Tidak lama berselang, terdengar bom meledak. “Kira-kira satu menit, langsung duarr,” ceritanya.


