Domain Gratis CO CC

Grazie Craft

 

Mujur dan malang aku tidak tahu

Posted by luigi on Mar 10, 2009 in Cerita |

Alkisah, hiduplah seorang petani yang memiliki sepetak sawah. Setiap hari dia mengelola sawahnya tanpa lelah dan berkeluh kesah. Seperti biasanya, menjelang terbitnya matahari pagi pak petani ini pergi untuk mengelola sawahnya. Sesampai di sawahnya, alangkah terkejutnya dia melihat seekor kuda sedang sekarat dan berlumuran darah berada di tengah-tengah sawahnya.

Petani yang lain yang juga tetangganya berkata, ‘Wah ada kudah hampir mati di sawah mu, bertanda ga baik tuh’. Yang lain berkata, ‘Mending kamu buang deh kuda itu jauh-jauh, bisa-bisa kamu ketiban sial nanti’. Pak petani hanya berkata

Mujur dan malang aku tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu.

Pak petani tersebut membawakan rumput-rumput segar ke tempat kuda tersebut, membalut lukanya serta mengobatinya. Singkat cerita, kuda tersebut telah sehat kembali. Lalu petani menggunakan kuda tersebut untuk membajak sawahnya.

Lagi-lagi petani yang lain berkata dengan nada sinis, ‘Asik yah sekarang, sudah ada kuda untuk membajak sawah’. Pak petani hanya berkata

Mujur dan malang aku tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu.

Hari-hari telah berlalu tak terasa sudah 3 minggu kuda tersebut telah membantunya membajak sawah. Tiba-tiba kuda tersebut melarikan diri lari ke hutan. Petani-petani yang lain berkata, ‘Malang sekali nasibmu, kuda yang kau rawat 3 bulan lamanya, baru 3 minggu sudah kabur’. Pak petani hanya berkata

Mujur dan malang aku tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu.

Pak petani kembali dengan pekerjaan rutinnya mengelola sawahnya dari hari kehari setelah sepeninggalan kudanya. Senja telah tiba, pak petani kembali pulang ke rumahnya. Pada malam hari terdengarlah suara ringkikkan kuda, bukan hanya satu kuda, tapi banyak kuda. Mendengar bunyi ringkikkan kuda tersebut, pak petani keluar dan terkejut, di depan rumahnya terdapat banyak kuda. Ternyata kuda yang tadi dirawat oleh petani tersebut adalah raja kuda. Dia kembali ke hutan dan membawa serta anak buahnya.

Kuda-kuda tersebut digunakan untuk membajak sawah miliknya. Pak petani memiliki seorang anak laki-laki. Anaknya itu ingin sekali belajar untuk menunggangi kuda. Pak petani tersebut membolehkan. Lalu anaknya tersebut memilih kuda pilihannya dan menungganginya. Tiba-tiba kuda tersebut membuat anak si petani jatuh dan menyepaknya. Lalu anaknya tersebut mengalami patah kaki karena sepakan kuda. Lagi-lagi petani yang lain berkata, ‘Kasihan sekali nasibmu, kuda yang ditunggangi anakmu menyepak hingga anakmu mengalami patah kaki’. Pak petani hanya berkata

Mujur dan malang aku tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu.

Di daerah petani berada, terjadi pertempuran sengit. Petinggi desa mengumumkan bahwa semua anak laki-laki yang sehat, memiliki tangan dan kaki yang kuat harus ikut berperang. Hanya anak petani dan petani tersebut tidak ikut berperang dikarenakan anak petani tersebut kakinya patah serta petani tersebut harus merawat anaknya. Dan tersiarlah kabar bahwa daerah si petani berada memenangkan pertempuran dan semua anak laki-laki yang ikut berperang semuanya mati di medan pertempuran kecuali anaknya si petani.

Marilah kita pada hari mujur ataupun malang, kita tetap bersyukur. Karena hari malang pun diciptakan Tuhan sama seperti hari mujur.

Reply

 

Copyright © 2012 - Blog Jimmy - is proudly powered by WordPress. Theme by Laptop Geek. Proudly hosted by mddhosting. W3C XHTML Validator