Tidak ada kata “telah dihapus” di Internet
Jika berfikir bahwa foto yang telah dihapus dari internet telah hilang, silakan pikir lagi.
Coba ini: Ambil sebuah foto dan upload ke Facebook, kemudian setelah satu atau beberapa hari, perhatikan alamat URL foto tersebut (maksudnya URL foto sebenarnya, bukan halaman dimana foto tersebut berada), kemudian hapus foto itu. Lalu kembalilah sebulan kemudian dan lihat apakah URL foto tersebut masih ada? Kemungkinan masih ada.
Facebook tidak sendirian disini. Para peneliti di Cambridge Univeristy, menemukan bahwa hampir setengah dari situs jaringan sosial (social networking sites) tidak segera menghapus gambar pada saat pengguna menginginkan gambar-gambar tersebut dihapus. Berbeda dengan situs photo sharing seperti Flickr yang akan segera menghapus gambar yang diminta oleh pengguna untuk dihapus.
Mengapa “menghapus” foto begitu lama? Masalahnya berkaitan dengan cara menyimpan data pada situs-situs besar: Walaupun komputer Anda hanya menyimpan satu kopian file, layanan skala besar seperti Facebook bergantung pada apa yang disebut jaringan pengiriman konten/isi (content delivery networks) untuk mengelola data dan penyebarannya. Ini merupakan system yang kompleks dimana data dikopi ke beberapa alat penyimpanan, biasanya untuk mempercepat akses ke suatu file ketika jutaan orang mencoba mengakses secara bersamaan. Tapi karena perubahan yang terjadi tidak diikuti dengan perubahan pada jaringan pengiriman konten secara cepat, maka kopian file-file yang tidak kita sadari cenderung lambat sekitar beberapa hari atau minggu.

tech.yahoo.com
Sistem cache google sungguh efisien pada pengarsipan kopian konten web, lama setelah file itu dihapus dari web. Selain itu ada layanan yang dapat mengkopi seluruh web untuk arsip data dan gambar selamanya.
Oleh karena itu, jika ada foto-foto yang tidak ingin dipublikasikan ke orang banyak, lebih baik jangan diupload ke web. Mudah kan?

