Manis Melahirkan Bayi Jantan Dan Betina Di TMM

Harimau Sumatera (kompas.com)
Pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2009 dini hari, harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Manis (10) melahirkan bayi kembar jantan dan betina di Taman Margasatwa Medan (TMM). Proses kelahiran anak Manis berjalan lancar di kandangnya.
Sucitrawan dokter hewan Taman Margasatwa Medan yang ditemui usai proses kelahiran anak Manis Minggu 25 Oktober 2009 menuturkan “Kami perkirakan kelahiran berlangsung pukul 01.00 sampai 02.00. Keduanya sehat dengan berat 1,1 kilogram dan panjang 25 sentimeter. Saat ini kami tempatkan i ruang khusus agar tidak terganggu oleh pengunjung.”
Manis beserta dua anaknya menempati kandang di bagian belakang yang terhindar dari kunjungan publik di TMM. Untuk menghindari stres, pengelola menutup kandang Manis dengan papan kayu. Pengelola juga menambah asupan makanan Manis yang biasanya lima kilogram daging per hari.
“Selain menambah asupan makanan, kami juga memberi daging bervariasi, kami beri daging sapi atau kambing,” katanya.
Kelahiran dua anak Manis ini menambah koleksi harimau TMM menjadi enam ekor. Manis sendiri dikawinkan pengelola TMM dengan harimau sumatera jantan bernama Bagus (15). Hingga saat ini, kedua anak harimau Manis belum mempunyai nama. Proses kelahiran anak harimau ini merupakan yang pertama bagi Manis sejak ditangkarkan di TMM. Manis sendiri berasal dari Kabupaten Tanjung Balai setelah dititipkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.
Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan (pengelola TMM) Nuzirwan B Lubis mengatakan pemberian nama akan dilakukan setelah melaporkan proses kelahiran ini ke Pejabat Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut. Dia menyerahkan pemberian nama anak Manis ke kedua pejabatĀ tersebut.
“Untuk sementara pengelola berkonsentrasi pada perawatan Manis dan dua ekor anaknya. Kami sengaja membatasi Manis dengan masyarakat umum. Kami juga menurunkan dua dokter khusus menangani Manis dan anaknya,” tutur Nuzirwan.
Dua anak Manis ini sekaligus menambah koleksi hewan TMM menjadi 158 ekor. Sebagian besar koleksi TMM merupakan hewan mamalia atau hewan menyusui.
TMM berada di pinggir Kota Medan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang. Pengelolaan TMM ini kerap mendapat kritik dari masyarakat yang mengunjungi. Selain masih banyak sampah yang berserakan, penempatan penjual makanan dan minuman di dekat kandang hewan membuat suasana TMM terkesan tak teratur.
Sebelumnya TMM bernama Kebun Binatang Medan yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Lokasi TMM menempati area seluas 30 hektar. Hingga saat ini, tutur Nuzirwan, TMM dalam pengelolaanya masih merugi karena pendapatannya tak sebanding dengan pendapatan.
Namun demikian, kata Nuzirwan, pengelola tidak sampai kesulitan menyediakan kebutuhan makanan untuk seluruh hewan di TMM. Dia mengakui, pengeluaran terbesar untuk merawat binatang harimau dan buaya. Binatang tersebut membutuhkan daging paling tidak 10 persen dari berat badannya setiap ekor setiap hari.


