<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Jimmy &#187; reality show</title>
	<atom:link href="http://www.jimmyzakaria.com/tag/reality-show/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jimmyzakaria.com</link>
	<description>Mari lihat sekitar kita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Apr 2011 08:51:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sindrom Ingin Tampil Dan Ingin Terkenal</title>
		<link>http://www.jimmyzakaria.com/berita/sindrom-ingin-tampil-dan-ingin-terkenal</link>
		<comments>http://www.jimmyzakaria.com/berita/sindrom-ingin-tampil-dan-ingin-terkenal#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 07:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luigi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[diva]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi terkenal]]></category>
		<category><![CDATA[popularitas]]></category>
		<category><![CDATA[reality show]]></category>
		<category><![CDATA[terkenal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jimmyzakaria.com/?p=3095</guid>
		<description><![CDATA[Psikolog Ratih Ibrahim melihat masyarakat Indonesia yang hidup di era reality show seperti sekarang ini, dihinggapi sindrom ingin tampil. Pemilik lembaga konsultasi psikologi Personal Growth ini berujar &#8220;Dulu tidak ada medianya, sekarang banyak. Tidak hanya koran, tapi juga televisi. Sekali tampil langsung dapat perhatian. Reward-nya bertubi-tubi. Lantas orang berpikir, &#8216;kalo orang bisa, gue juga bisa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3097" class="wp-caption aligncenter" style="width: 308px"><img class="size-full wp-image-3097" title="Kris Allen (tengah) ketika memenangi American Idol 2009." src="http://www.jimmyzakaria.com/wp-content/uploads/2010/01/kris_allen_american_idol.jpg" alt="" width="298" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kris Allen (tengah) ketika memenangi American Idol 2009 (kompas)</p></div>
<p>Psikolog Ratih Ibrahim melihat masyarakat Indonesia yang hidup di era <em>reality show</em> seperti sekarang ini, <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/31/12473196/Tentang.Sindrom.Ingin.Tampil">dihinggapi sindrom ingin tampil</a>.</p>
<p><span id="more-3095"></span>Pemilik lembaga konsultasi psikologi <em>Personal Growth</em> ini berujar &#8220;Dulu tidak ada medianya, sekarang banyak. Tidak hanya koran, tapi juga televisi. Sekali tampil langsung dapat perhatian. <em>Reward</em>-nya bertubi-tubi. Lantas orang berpikir, &#8216;kalo orang bisa, gue juga bisa. Teatrikal banget deh.&#8221;</p>
<p>Ini bisa menjelaskan mengapa orang-orang dari pelosok kampung hingga politisi di Jakarta berlomba-lomba ingin tampil di televisi dan terkenal. Apa yang mendorong orang ingin terkenal? &#8220;Popularitas, uang, kekuasaan, perhatian, jaringan dan masih banyak lagi,&#8221; jawabnya cepat.</p>
<p>Orang yang tadinya bukan siapa-siapa, tiba-tiba menjadi <em>someone</em> jika tampil di televisi. &#8220;Kalau enggak (tampil), <em>who are you?</em> Orang sangat menikmati (jadi terkenal) dan mereka rela &#8216;berantem&#8217; untuk masuk televisi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ratih tahu benar hal itu sebab dia pernah menjadi psikolog yang mendampingi peserta acara Indonesian Idol 1, 2, 3, dan 4 yang digelar berturut-turut dari tahun 2004 sampai 2007. Dari acara itu, dia jelas melihat bagaimana sindrom ingin terkenal diidap para peserta.</p>
<p>Sindrom ini sebagian memang sengaja dibentuk industri. Peserta Indonesian Idol, misalnya, sejak awal disuruh bermimpi setinggi langit, kemudian didorong memperjuangkan mimpi mereka sampai titik darah penghabisan. ”Dari sini, mereka mulai melihat fatamorgana. Mereka merasa jadi diva. Lebih diva dari diva sebenarnya,” ujar Ratih.</p>
<p>Ketika kompetisi ini berjalan, mereka mendapat tekanan yang luar biasa besar dari keluarga, pengelola acara, dan media. ”Mereka dituntut tampil bagus setiap saat. Meski capek dan sedih, mereka harus tetap tersenyum. Akhirnya senyumnya miring dan besoknya jadi bulan-bulanan media. Kalau diam dibilang sombong, kalau lincah dibilang kecimpringan,” katanya.</p>
<p>Kondisi ini, lanjut Ratih, berpotensi menimbulkan stres. Karena itulah, dia dan timnya ditugaskan memberikan konseling, terapi, dan memodifikasi perilaku peserta. Mereka harus belajar cara makan, duduk, jongkok, sampai menjawab pertanyaan wartawan,” kata Ratih yang biasa menyebut para peserta sebagai ”anak-anakku”.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1916" title="Share this news on Facebook" src="http://www.jimmyzakaria.com/wp-content/uploads/2009/07/share_facebook.jpg" alt="" width="14" height="14" /> <a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.jimmyzakaria.com/berita/sindrom-ingin-tampil-dan-ingin-terkenal">Share this news on Facebook</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2498" title="Share this news on Twitter" src="http://www.jimmyzakaria.com/wp-content/uploads/2009/10/share_twitter.jpg" alt="" width="14" height="14" /> <a href="http://twitthis.com/twit?url=http://www.jimmyzakaria.com/berita/sindrom-ingin-tampil-dan-ingin-terkenal">Share this news on Twitter</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jimmyzakaria.com/berita/sindrom-ingin-tampil-dan-ingin-terkenal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebagian dari acara Termehek mehek memang rekayasa</title>
		<link>http://www.jimmyzakaria.com/film/sebagian-dari-acara-termehek-mehek-memang-rekayasa</link>
		<comments>http://www.jimmyzakaria.com/film/sebagian-dari-acara-termehek-mehek-memang-rekayasa#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 05:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luigi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[acara termehek mehek]]></category>
		<category><![CDATA[drama reality]]></category>
		<category><![CDATA[komisi penyiaran indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kpi]]></category>
		<category><![CDATA[reality show]]></category>
		<category><![CDATA[termehek mehek]]></category>
		<category><![CDATA[termehek mehek rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[termehek mehek trans tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jimmyzakaria.com/?p=1086</guid>
		<description><![CDATA[Fetty Fajriati Misbach, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seusai sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 mengatakan &#8220;Program televisi Termehek-mehek (Trans TV) membohongi penonton karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas. Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Ini membohongi masyarakat.&#8221; Dalam bahasa gaul, termehek-mehek mempunyai arti menangis tersedu-sedu. Termehek-mehek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fetty Fajriati Misbach, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seusai sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam hari Kamis tanggal 11 Juni 2009 mengatakan &#8220;Program televisi Termehek-mehek (Trans TV) membohongi penonton karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas. Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Ini membohongi masyarakat.&#8221;</p>
<p><span id="more-1086"></span>Dalam bahasa gaul, termehek-mehek mempunyai arti menangis tersedu-sedu. Termehek-mehek merupakan salah satu program yang dianggap paling disukai oleh pemirsa. Acara ini muncul sekitar Mei 2008 dan segera menarik perhatian mayoritas pemirsa TV. Ide acara ini adalah membantu mencari seseorang yang lama hilang. Ceritanya begitu memesona karena dibuat seakan-akan nyata dan dengan sebenarnya terjadi.</p>
<p>Menurut Fetty, tayangan termehek-mehek telah dibumbui skenario yang didramatisasi. Sudah seharusnya tim program Termehek-mehek jujur dengan menyebut acara itu sebagai drama reality, bukan reality show. Tayangan tersebut seolah-olah nyata karena diakhir acara ada pemberitahuan kira-kira berbunyi, tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat, membuktikan pembohongan,&#8221; kata Fetty.</p>
<div id="attachment_1087" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-1087" title="Termehek mehek" src="http://www.jimmyzakaria.com/wp-content/uploads/2009/06/termehek-mehek.jpg" alt="wartakota.co.id" width="240" height="131" /><p class="wp-caption-text">wartakota.co.id</p></div>
<p>Perwakilan Trans Corporation, Panca, mengakui bahwa Termehek-mehek tidaklah murni kisah nyata, melainkan sebuah drama reality. Beliau mengatakan &#8220;Dari awal, kita maunya drama reality, tetapi AC Nielsen tidak memiliki genre itu.&#8221;</p>
<p>Berdasarkan data AC Nielsen pada akhir tahun 2008, Termehek-mehek merupakan program paling populer dengan raihan rating 7,2 poin dan share 27,3 persen. Angka-angka ini tertinggi dari semua acara reality show di beberapa stasiun televisi.</p>
<p>Cara gampang mengenali bahwa acara ini adalah rekayasa bisa diperhatikan dari kualitas suara yang jernih ketika terjadi percakapan antara host, klien dan target. Kejernihan suara itu karena adanya chip untuk mikrofon yang biasanya dipasang di baju.Termehek-mehek hampir semua episode adalah rekayasa!</p>
<p>Arif, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta mengatakan &#8220;Jika penonton jeli, pasti akan tahu bahwa beberapa pemeran atau pemainnya adalah pemain sinetron meskipun hanya sebagai tokoh figuran. Jangan heran kalau kita mendapatkan seorang pelaku bermain di dua episode Termehek-mehek.&#8221;</p>
<p>Kepastian bahwa acara Termehek-mehek rekayasa diperoleh dari temannya yang pernah menjadi pemain dalam acara tersebut. &#8220;Sehari setelah dia tampil di acara itu, saya telepon dia. Ternyata di menjawab itu bohongan. Dia main seperti bintang film mengikuti skenario,&#8221; katanya.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari salah satu karyawan Trans Corporation yang tidak mau disebut namanya mengatakan, &#8220;Hampir setiap hari di stasiun TV tempatnya bekerja diadakan casting atau seleksi bagi para pemain Termehek-mehek. Biasanya siang hari. Tidak ada tulisan &#8220;casting termehek-mehek&#8221; di tempat itu. Kalau ada tulisannya, entar semuanya tahu, kalau ini kan yang tau cuma orang kantor. Castingnya di lantai dasar dan memang nggak terlalu banyak sih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Planning &amp; Schedule Dept Head Programming Division Trans TV menanggapi komentar masyarakat yang mengatakan acara Termehek-mehek direkayasa, Aries Ananda mengakui bahwa <a href="http://www.wartakota.co.id/read/warta/5885">sebagian dari acara ini memang rekayasa</a> namun ia membantah kalau cerita itu diambil bukan dari kisah asli.</p>
<p>”Ada yang memang kami reka adegannya karena narasumbernya tidak mau ditampilkan di televisi. Jadi biar acaranya menjadi baik, terpaksa dilakukan reka adegan. Namun, ceritanya sendiri merupakan kisah nyata,” ungkap Aries.</p>
<p>Pada situs jejaring sosial Facebook, terdapat grup anti-Termehek-mehek. Hingga kemarin, jumlah anggota grup ini mencapai 6.845 orang. Dalam grup dituliskan, ”group ini di dedikasikan untuk semua orang yang benci Termehek-mehek yang disiarkan oleh Trans TV, karena semua yang ada di sana adalah skenario dan tipuan dan benar benar tidak mendidik&#8221;.</p>
<p>Termehek-mehek adalah salah satu program yang dianggap paling disukai oleh pemirsa. Jam tayangnya yang prime time, yaitu pukul 18.15-19.00, hingga back song-nya yang keren dan syahdu membuat acara ini makin diminati. Acara ini disiarkan dua kali seminggu, yaitu setiap Sabtu dan Minggu.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1916" title="Share this news on Facebook" src="http://www.jimmyzakaria.com/wp-content/uploads/2009/07/share_facebook.jpg" alt="Share this news on Facebook" width="14" height="14" /> <a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.jimmyzakaria.com/film/sebagian-dari-acara-termehek-mehek-memang-rekayasa">Share this news on Facebook</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2498" title="Share this news on Twitter" src="http://www.jimmyzakaria.com/wp-content/uploads/2009/10/share_twitter.jpg" alt="Share this news on Twitter" width="14" height="14" /> <a href="http://twitthis.com/twit?url=http://www.jimmyzakaria.com/film/sebagian-dari-acara-termehek-mehek-memang-rekayasa">Share this news on Twitter</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jimmyzakaria.com/film/sebagian-dari-acara-termehek-mehek-memang-rekayasa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

